Membangun Daya Saing Global: UBP Karawang Cetak 895 Wisudawan Berbekal Kurikulum Magang Wajib dan Adaptasi AI

 


Suara Hukum.Live, KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang baru saja menuntaskan gelaran akbar wisuda tahun ini, yang diselenggarakan dalam dua hari berturut-turut dengan empat sesi. Total 895 lulusan dari 12 program studi diwisuda, siap terjun ke dunia kerja dengan bekal yang diklaim berbeda dan lebih adaptif terhadap tuntutan industri.

Rektor UBP Karawang, Prof. H. Dr. Dedi Mulyadi, SE., MM, mengungkapkan bahwa fokus utama kurikulum UBP adalah mempersiapkan alumni yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami ekosistem pekerjaan.



Prof. Dedi Mulyadi menyoroti kurikulum yang disematkan UBP sebagai kunci daya saing lulusannya. Poin utamanya adalah penerapan magang wajib 3 SKS yang ditempuh selama satu semester penuh, biasanya pada semester lima.

"Kami melakukan sesuatu yang memang agak sedikit berbeda dengan yang lain, supaya alumni kami bisa berdaya saing," ujar Prof. Dedi. "Karena tidak mungkin juga semuanya dibekali teori tanpa magang. Maka magang di perusahaan pada semester lima itu akan membawa mereka ke ekosistem pekerjaan."

Magang ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik lapangan. Lulusan diharapkan sudah tidak canggung lagi ketika menghadapi konteks pekerjaan sesungguhnya, sesuai dengan bidang ilmu dan keahlian mereka masing-masing. Mereka ditempatkan di perusahaan, instansi, atau institusi yang relevan untuk mengasah kompetensi secara langsung.

Selain magang, UBP juga memperkuat infrastruktur pendukung pembelajaran dengan menyediakan berbagai laboratorium mutakhir. Kampus ini memiliki laboratorium terpadu yang meliputi:

  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Mesin
  • Laboratorium Teknik Industri
  • Laboratorium Farmasi
  • Serta laboratorium khusus di bidang Psikologi dan Keuangan.

Fasilitas ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang sistem kerja di latar belakang yang sebenarnya.

Pada wisuda kali ini, UBP menobatkan 22 lulusan terbaik—masing-masing satu orang dari setiap program studi. Kriteria penentuan tidak hanya berpatokan pada Indeks Prestasi (IP) semata, tetapi juga melibatkan faktor-faktor lain seperti keaktifan di organisasi kemahasiswaan dan partisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk lomba penelitian dan pengabdian di luar kampus. Apresiasi khusus diberikan bagi mahasiswa yang meraih juara nasional.

Menutup pernyataannya, Prof. Dedi menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan di tengah dinamika Karawang sebagai kota industri dan pemerintahan:

"Fakta di lapangan, dunia saat ini yang lebih utama adalah tentang Artificial Intelligence," tegas Rektor. "Saya berharap alumni-alumni itu tidak puas dengan selembar ijazah. Harus lebih jauh mengikuti perkembangan teknologi, apakah melalui kursus atau kegiatan lain yang menunjang karier mereka. Ini tidak bisa lagi kita tinggalkan."

Pesan ini menggarisbawahi bahwa ijazah S1 adalah modal awal, namun keunggulan kompetitif jangka panjang ditentukan oleh kemauan alumni UBP untuk terus beradaptasi dan meningkatkan keahlian di era digital dan kecerdasan buatan.

Penulis : (Chika/Red)