Bupati Aep Syaepuloh: Digitalisasi Pajak dan Sistem Merit Adalah Harga Mati!

 


Suara Hukum.Live - CIREBON – Di era birokrasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan, duduk diam bukanlah sebuah opsi. Semangat itulah yang dibawa Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat menyambangi Balai Kota Cirebon, sebuah langkah strategis yang bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan misi "belanja inovasi" untuk membedah tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif.

Didampingi Sekretaris Daerah, H. Asep Aang Rahmatullah, serta jajaran teknis dari BKPSDM dan Bapenda, Bupati Aep datang dengan misi spesifik: melakukan benchmarking (studi tiru) pada dua pilar utama pemerintahan—manajemen talenta aparatur dan penguatan fiskal daerah.

Bagi Aep, birokrasi yang lincah bermula dari manusianya. Dalam pertemuan hangat bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, Bupati Karawang menekankan bahwa sistem merit bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak.

"Kami tidak datang untuk sekadar bertukar dokumen. Kami ingin membedah bagaimana Cirebon membangun sistem yang objektif dan transparan. Target kami jelas, menciptakan birokrasi yang berbasis pada kinerja, bukan sekadar rutinitas," ujar Aep dengan nada tegas.

Dengan mengadopsi pola pengelolaan SDM yang lebih profesional, Pemkab Karawang berharap dapat memicu munculnya talenta-talenta aparatur yang lebih kompetitif dan siap melayani masyarakat di era yang serba cepat ini.

Tak hanya soal orang, sisi finansial juga menjadi sorotan. Aep menyoroti pentingnya akselerasi digitalisasi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia memandang, kebocoran dan birokrasi pajak yang kaku harus segera dipangkas melalui sistem yang modern.

"Digitalisasi pajak dan retribusi adalah harga mati. Jika kita ingin mandiri secara fiskal, sistem kita harus efektif dan transparan. Kami melihat Cirebon memiliki praktik terbaik yang bisa kami adaptasi untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajaknya," jelas Aep.

Kunjungan ini menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bisa dicapai dengan bekerja dalam "menara gading". Sinergi antar-pemerintah daerah menjadi kunci untuk memecahkan masalah pembangunan yang kian kompleks.

Bagi Aep, setiap inovasi yang ia serap dari Kota Cirebon adalah bahan bakar untuk memacu percepatan pembangunan di tanah Karawang. Ia menutup kunjungan tersebut dengan apresiasi tinggi atas keterbukaan Pemerintah Kota Cirebon dalam berbagi pengalaman.

"Sinergi ini bukan tentang siapa yang lebih baik, tapi tentang bagaimana kita bisa maju bersama untuk rakyat. Inilah semangat kolaborasi yang ingin kami bawa pulang ke Karawang," pungkasnya.

Kini, bola panas inovasi telah berada di tangan jajaran Pemkab Karawang. Masyarakat pun menanti, bagaimana "DNA" kemajuan dari Cirebon ini akan segera bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang membuat pelayanan publik di Karawang semakin lincah dan berdaya saing tinggi.

Penulis : Hend