Ketika Derap Langkah Linmas Menggetarkan Purwasari: Merayakan Kemerdekaan dengan Jiwa Korsa dan Budaya


Suara Hukum. Live -KARAWANG — Halaman Kantor Kecamatan Purwasari mendadak bergetar oleh derap langkah tegap dan suara aba-aba yang lantang. Bukan oleh pasukan loreng, melainkan aksi membanggakan dari para anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Mewakili delapan desa se-Kecamatan Purwasari, mereka turun gelanggang menunjukkan ketangkasan dalam ajang Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Linmas untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

​Aksi yang tak biasa ini sontak membius ratusan warga yang memadati lokasi. Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton melebur bersama semangat patriotisme yang menggelora di bawah langit Purwasari.


​Semarak kemerdekaan tahun ini dikemas secara berbeda oleh pemerintah kecamatan. Camat Purwasari, Nendi Sopandi, S.Kom., MM., menegaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang variatif agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.

"Intinya kami ingin memeriahkan HUT RI dengan kegiatan yang menyentuh berbagai aspek. Rangkaian acara ini kita awali dengan aksi bersih-bersih lingkungan sesuai arahan bupati, kemudian ada lomba pajak, lomba desain, hingga puncaknya pada PBB Linmas ini," ungkap Nendi penuh antusias.


​Tak berhenti di situ, kemeriahan dipastikan berlanjut dengan suguhan pagelaran seni budaya lokal. Panggung hiburan rakyat ini disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi warga sekaligus upaya merawat tradisi dan kekayaan budaya bangsa di tanah sendiri.

​Di balik ketegangan dan kelucuan aksi baris-berbaris para Linmas yang mengundang gelak tawa penonton, tersimpan esensi yang jauh lebih besar:​

 Menjadi wadah pemersatu serta memperkuat koordinasi dan keakraban antar-aparat desa di seluruh penjuru Purwasari.

Mengingat kembali jasa pahlawan lewat manifestasi kedisiplinan dan loyalitas Linmas sebagai garda terdepan keamanan lingkungan.

 Menyediakan ruang rekreasi yang edukatif, meriah, dan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara gratis.

​Melalui gebrakan ini, Kecamatan Purwasari sukses mengirimkan pesan kuat: kemerdekaan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merawat gotong royong, mendisiplinkan diri, dan melestarikan budaya demi kemajuan bersama.

Penulis : Kinah